Review Kimetsu no Yaiba Ch.200: Hari Kemenangan dan Perginya Para Pahlawan

Saturday, 28 March 2020-08:06 WIB, by Owibu Admin

Owibu.com - Manga Kimetsu no Yaiba atau Demon Slayer karangan mangaka Koyoharu Gotouge saat ini sudah mencapai chapter terbarunya yaitu chapter 200. Dan untuk bahasa Indonesia sendiri baru saja merilis chapter tersebut diakhir pekan penghujung bulan Maret 2020 ini. Untuk itu, kali ini admin Owibu akan sedikit mereview chapter 200 dari Kimetsu no Yaiba yang mungkin menjadi pertanda jika manga ini akan tamat sebentar lagi.

Sebelumnya saya ingin memperingatkan bagi kalian yang tidak mengikuti manga Kimetsu no Yaiba karena artikel kali ini akan bersifat spoiler keras. Untuk itu, berhati-hatilah saat membaca artikel ini ya.

Sumber: Koyoharu Gotouge

Di chapter 199 akhir pekan sebelumnya, terlihat tubuh menyeramkan dari Kibutsuji Muzan mulai menunjukkan pertanda kematian dengan berubahnya dia menjadi abu yang kemudian terbang ke langit. Pada chapter 200 juga terlihat abu tersebut semakin keluar dan secara perlahan membuat bagian tubuh dari bos utama dari pemburu iblis itu semakin menghilang.

Setelah menghilang, para pembantu pemburu iblis yang lain menyoraki dan sangat berbahagia karena telah berhasil menghilangkan ancaman iblis dari dunia. Mereka merayakan kemenangan tersebut dengan tangisan haru. Namun, disetiap adanya kemenangan pasti ada saja pengorbanan yang dilakukan. Ya, benar saja, 2 pilar yang tersisa harus meninggal dunia karena tak mampu menahan luka akibat pertarungan dengan Muzan sebelumnya.

Sumber: Koyoharu Gotouge

Pilar pertama yang meninggal adalah sang pilar batu yaitu Himejima Gyoumei. Sebelum tiada, Himejima sebenarnya bisa saja selamat namun, karena dia menolak diberi obat dari pembantu pemburu iblis lain, Himejima pun menghembuskan nafas terakhirnya dan meninggal dalam keadaan bahagia. Sebelum pergi, pilar terkuat itu pun sempat mengingat para muridnya yang meninggal karena insiden iblis yang menyebabkan Himejima menjadi pemburu iblis.

Sumber: Koyoharu Gotouge

Pilar selanjutnya yang harus meninggal secara mengejutkan adalah Mitsuri Kanroji, si pilar cinta yang cantik dan manis. Orang yang mungkin akan sangat sedih karena kematian Kanroji adalah si pilar ular Iguro Obanai. Iguro memeluk erat Kanroji ditengah akhir hayatnya sembari berbicara mengenai masa lalu mereka. Baik Iguro dan Kanroji bahkan saling mengungkapkan perasaan cinta mereka satu sama lain namun harus pupus karena kepergian Kanroji.

Kesedihan pada chapter 200 Kimetsu no Yaiba sepertinya belum habis, sebab ditempat lain Tanjirou yang juga menjadi salah satu pahlawan dalam membunuh Muzan sudah tidak bernafas lagi dan juga nadi dari kakak Nezuko itu pun sudah tak terasa lagi meskipun 2 temannya yang lain yaitu Zenitsu dan juga Inosuke terlihat selamat. Belum diketahui apakah Tanjirou benar-benar sudah meninggal dunia ataupun masih bisa selamat lagi.

Sumber: Koyoharu Gotuge

Setelah pertarungan itu usai, dengan wajah tergesa-gesa Nezuko berlari (gambar atas) untuk menghampiri kakaknya dan kita harapkan saja ada keajaiban yang terjadi dan membuat Kimetsu no Yaiba tidak berakhir begitu sedih. Namun, ada yang janggal pada chapter ini, terlihat pada saat kematian Muzan, dirinya tidak mendapatkan flashback didetik-detik akhir seperti beberapa iblis bulan atas lain.

-Penutup-

Itulah sedikit review mengenai chapter 200 dari Kimetsu no Yaiba. Mohon maaf apabila terdapat kesalahan penulisan ataupun informasi. Dan chapter 200 kali ini mungkin menjadi pertanda jika manga yang mendapatkan adaptasi anime tahun 2019 kemarin ini akan berakhir dalam beberapa chapter kedepan.

Sumber: admin Owibu

Kali aja suka